Jumat, 01 Juni 2012

surat untuk rektor


By : Ahmad Fauzi, .. Edi Kurniawan  / MTK/ smt. II
Yth. Bapak Rektor IAIN Raden Intan Lampung     Bandar Lampung, 23 mei 2012
Dr. Moh. Mukri, M. Ag                                           
Di tempat
“…. IAIN MENUJU UIN ??? ….”
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh..
Sebelumnya terima kasih kepada Ayahanda Dr. Moh. Mukri,  M. Ag  selaku Rektor IAIN Raden Intan Lampung, yang telah berkenan menyempatkan diri untuk membaca sekelumit perwakilan hati dari seorang mahasiswa yang sangat merindukankan kemajuan di kampus hijau IAIN Raden Intan Lampung tercinta.
Beberapa waktu ini berhembus kabar bahwa IAIN Raden Intan Lampung, masih gencar-gencarnya mempromosikan ataupun mempersiapkan IAIN menuju UIN. Sontak kabar ini menjadi buah bibir khalayak ramai khusnya masyarakat IAIN itu sendiri. Dimana ini sangat di tunggu-tunggu oleh masyarakat (mahasiswa IAIN) yang sangat menginkan perubahan dikampus hijau ini kearah yang lebih baik, sehingga dapat bersaing dengan Universitas-universitas lain di Indonesia bahkan Dunia.
Marilah kita sejenak merenungkan tentang rencana yang menurut saya sangat luar biasa ini. Dengan mengintrofeksi terlebih dahulu tentang keadaan yang sebenarnya terjadi dikampus kita tercinta ini. Apakah kita sudah layak menyandang status UIN tersebut. Menurut saya itu bukan hanya sekedar status yang mungkin kelak akan kita bangga-banggakan, tetapi sebelumnya tentu ada banyak hal yang harus diselesaikan sebelumnya.
Coba sekarang kita lihat bersama-sama melihat tentang keadaan yang sebenarnya terjadi dikampus tercinta kita ini, jangan hanya sekedar berangan menatap masa depan yang kita harapkan, sepatutnya terlebih dahulu menilai sudah seperti apa kita ?, dimana kita ?, dan apa yang seharusnya kita persiapkan untuk menggapai itu semua.
Beranjak dari pelik yang terpapar diatas bukan hal yang tidak mungkin, selagi kita  ingin menyatukan pemikiran dan tangan-tangan kita untuk menyongsong harapan IAIN menuju UIN.
Kepada Ayahanda Dr. Moh. Mukri,  M. Ag  yang kami hormati, kami menyampaikankan bahwa kami sangat mendukung akan rencana yang Ayahanda canangkan menganai IAIN menuju UIN tersebut. Sebelum kita mengganti “almamater” IAIN menjadi UIN. Marilah kita besama-sama menyelesaikan terlebih dahulu problem-problem yang masih menggrogoti kampus hijau tercinta ini.
Yang pertama sepatutnya Ayahanda mengambil sikap yang bijak, tentang belum meratanya pembangunan dikampus kita. Khususnya Fakultas Tarbiyah yang memiliki jumlah masyarakat terbanyak, yang merupakan Fakultas tertua di IAIN Raden Intan Lampung dibandinkan dengan ketinga Fakultas lainnya, yang bisa kita katakan bagaikan bangunan peninggalan para sejarah. Disini kami masyarakat Tarbiyah bukan hanya sekedar menguluhkan rintihan hati kami, tetapi ini semua demi kemajuan kampus kita kita bersama. “Jangan hanya sekerdar meratakan rerumputan di kampus ini saja, tetapi coba Ayahanda perhatikan juga tentang pemerataan pembangunan di kampus ini”.
Kemudian terdengar kabar, yang menurut saya cukup membanggakan bagi IAIN yaitu kampus kita dinominasikan tiga besar Perguruan Tinggi Islam terbersih seIndonesia yang merupakan prestasi tersendiri bagi kampus kita. Tetapi prestasi yang membanggakan ini tentu akan lebih sempurna, jika segala hal yang mencemari kampus ini juga segera dibersihkan, seperti KKN (Kolusi, Korupsi, dan Nepotisme). Bukan maksud hati memvonis tentang keadaan ini, melainkan sebagai sesama muslim sudah sepatutunya kita saling mengingatkan dalam kebaikan. Semoga kita semua masih dalam perlindungan-Nya, dan semoga amanah yang diemban Ayahanda selalau diringankan oleh Allah SWT. Amin ..
Usaha untuk memajukan kampus ini tentunya menjadi tanggung jawab kita bersama. Kami sabagai mahasisiwa sangat mendukung terhadap program-program yang dicanangkan oleh Ayahanda yang diperuntukkan untuk kemajuan di kampus IAIN ini. Tetapi sepatutnya juga sosok seorang Ayah memperhatikan anak-anaknya (mahasiswa), dengan mendukung terhadap kegiatan-kegiatan kemahasiswaan yang tentunya akan memberikan citra yang baik untuk kampus kita. Terutama mengenai masalah PERMIRA yang sampai hari ini terbengkalai yang tak tahu bangaimana kelanjutannya. Sebagian orang berpendapat bahwa kampus merupakan miniatur dari sebuah negara. Ironisnya tercatat dari tahun 2008 sampai sampai sekarang (tahun 2012) kampus IAIN Raden Intan Lampung belum jua memiliki sosok sebangai peminpin mahasiswa (presiden mahasiswa) sebagai pengayom, pengerak menuju kampus yang maju dan berdaya sain serta memiliki citra yang baik dimata masyarakat umum. Diketahui terakhir kampus kita dipimpin oleh seorang presiden mahasiswa pada tahun 2007 silam. Sekarang coba kita melihat keluar, seperti UNILA misalnya selama 6 tahun kekosongan kepemimpinan mahasiswa di IAIN. Meraka (UNILA) telah melakukan pergantian Presiden mahasiswa sebanyak 4 kali. Sungguh ini sangat membuat kami resah berjalan tanpa adanya pemimpin sebagi pengayom, pengerak di kampus ini. Semoga Ayahanda tergugah hatinya untuk memikirkan problem anak-anaknya ini dengan segera memerintahkan mahasiswa untuk melaksanakan PERMIRA. Sehingga kita dapat bersama-sama menbangun kampus ini kearah yang lebih baik. Dan bukan hal yang mustahil IAIN sagera menjadi UIN.
Inilah sekelumit problem-problem yang menurut saya perlu diutarakan kepada Ayahanda (Dr. Moh. Mukri,  M. Ag ) yang terjadi di kampus IAIN Raden Intan tercinta ini. Harapan kami sebelum kita menanggalkan “almamater” IAIN yang kemudian kita menggantinya dengan “almamater” UIN dikemudian hari, mari sebelumnya kita bersama-sama menyelasaikan problem-problem yang sekarang terjadi terlebih dahulu, sehingga kelak kita tidak malu memgenakan “almamater” UIN karena banyaknya kekurangan yang ada didalamnya.
Itu saja yang hanya dapat saya sampaikan, semoga bermanfaat bagi kemajuan kita bersama. Amin … Bergerak tuntaskan perubahan. Allahuakbar…….
“ ki mak nikham sapa lagi, ki mak tanno kapan lagi”
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

pembuka

## Assalamualaikum... Selamat datang di Blog edi kurniawan ... salam sukses! ##